Akhir-akhir ini dunia teknologi digencarkan dengan perang AI dalam bentuk percakapan seperti ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI.
Google sebagai salah satu perusahaan teknologi raksasa tidak mau kalah, ia meluncurkan AI miliknya yaitu Google Bard yang akan dipasang pada mesin pencari Google.
Google Bard dibangun diatas Bot besutan Google yang dibangun dua tahun lalu yaitu LaMDA atau Language Model for Dialogue Applications. Namun Bard akan menjadi versi kecilnya LaMDA dengan daya komputasi yang lebih ringan untuk memberikan jawaban.
Bard akan menjadi fitur tambahan pada mesin mencari Google untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan pengguna yang diketik pada mesin pencarian Google.
Jawaban yang dihasilkan oleh Bard mengacu pada informasi terbaru dari berbagai sumber website yang dijangkau oleh robot mesin pencari Google, lalu disajikan dengan rangkuman bacaan yang mudah dimengerti.
Saat ini Bard masih dalam tahap pengujian dan mungkin akan bisa digunakan oleh pengguna mesin pencari Google dalam beberapa minggu kedepan.
Kami akan menggabungkan umpan balik eksternal dengan pengujian internal kami sendiri untuk memastikan respons Bard memenuhi standar kualitas, keamanan, dan landasan yang tinggi dalam informasi dunia nyata.-Sundar Pichai, CEO of Google and Alphabet
Google Bard Salah Jawab
Pada halaman perkenalan Google Bard yang ditulis oleh Sundar Pichai, menampilkan berupa cuplikan contoh cara kerja Google Bard yang mampu menjawab pertanyaan.
Pada cuplikan tersebut menampilkan pertanyaan yang rumit tentang penemuan baru dari Teleskop James Webb, namun Google merespon dengan jawaban yang keliru.
Menurut jawaban Bard Teleskop James Webb mengambil gambar pertama dari sebuah planet di luar tata surya.
Namun menurut situs resmi NASA, gambar pertama dari sebuah planet ekstrasurya ditangkap oleh Very Large Telescope milik European Southern Observatory pada 2004 atau 17 tahun sebelum teleskop James Webb dioperasikan.
Kesalahan respon dari Bard ini menjadi tantangan bagi Google untuk dapat mengembangkan robot percakapannya agar mampu merespon pertanyaan lebih akurat.
Hal ini juga sudah diperingatkan oleh para ahli akan potensi dari kesalahan informasi yang disampaikan oleh robot percakapan.
Dapatkan berita terbaru dari sedikitau di Google News.

