AWS (Amazon Web Services) baru-baru ini meluncurkan Points of Presence Amazon Interactive Video Service (Amazon IVS) di Jakarta. Hal ini bertujuan untuk membantu pelaku industri media dan hiburan di Indonesia menyajikan konten video interaktif dengan latensi yang lebih rendah melalui kapabilitas cloud.
Shweta Jain, Kepala Pengembangan Bisnis, Media, dan Hiburan Amazon Web Services Asia Pasifik, menjelaskan bahwa Pop Amazon IVS berfungsi untuk menerima dan mengirimkan siaran video melalui infrastruktur edge lokal yang dioptimalkan untuk penyerapan, pemrosesan, dan pengiriman video langsung. Dengan layanan ini, pengguna dapat menikmati keuntungan dari latensi yang bisa ditekan hingga kurang dari tiga detik.
Dalam Industry Solution Day 2023 yang diadakan AWS pada Kamis, 9 Maret 2023, Shweta mengatakan bahwa Amazon IVS adalah layanan terkelola penuh yang memudahkan penyiapan streaming video langsung dan interaktif pada aplikasi web atau seluler hanya dalam beberapa menit.
Dengan teknologi ini, pelanggan dapat dengan mudah mengkonfigurasi dan melakukan streaming video langsung melalui situs web atau aplikasi seluler mereka sendiri, bahkan dengan peningkatan jumlah pengiriman yang memungkinkan video ditonton oleh jutaan pemirsa secara serentak di seluruh dunia.
Melalui SDK dan API Amazon IVS, pelanggan juga dapat membuat fitur interaktif ke dalam streaming langsung mereka seperti ruang obrolan virtual, pemungutan suara dan jajak pendapat, sesi tanya jawab yang dimoderasi, dan elemen promosi yang disinkronkan.
Shweta menambahkan bahwa penyedia layanan streaming dan internet membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membangun aplikasi interaktif dengan alur kerja video untuk penyerapan, pemrosesan, dan distribusi konten. Bahkan setelah semua ini berhasil, konten interaktif streaming langsung masih membutuhkan latensi minimal untuk pengalaman pengguna yang baik.
Dalam hal ini, Amazon IVS meniadakan biaya dan kerumitan yang terkait dengan penyiapan streaming video langsung dan interaktif, memungkinkan pelanggan untuk fokus membangun pengalaman yang menarik bagi pemirsa mereka.
Shweta membandingkan latensi pada streaming konvensional yang mencapai 20-30 detik dengan latensi kurang dari tiga detik pada Amazon IVS. Dengan AWS, pelanggan dapat memilih alat dan mitra yang tepat untuk memenuhi beban kerja mereka guna mempercepat peluncuran produksi dan mencapai time to value yang lebih baik.
Dapatkan berita terbaru dari sedikitau di Google News.
