Salah satu pendiri Instagram, Kevin Systrom, mengungkapkan keprihatinannya terhadap perubahan yang terjadi pada Instagram. Menurutnya, Instagram telah kehilangan jati dirinya sebagai media sosial yang digunakan untuk berbagi momen sehari-hari.
Kini, Instagram lebih dikenal sebagai pasar bagi para influencer dan brand untuk mempromosikan produk dan layanan mereka.
Systrom merasa bahwa fokus monetisasi dan komersialisasi Instagram telah membuat pengguna biasa semakin tersisih. Influencer di platform ini hidup mewah dan mempromosikan gaya hidup yang tidak realistis.
Hal ini membuat orang percaya bahwa apa yang mereka lihat di Instagram adalah kenyataan yang sebenarnya. Akibatnya, orang-orang berlomba-lomba untuk pamer harta dan menjadi yang paling sempurna.
Hidup ini sangat sulit, dan apa pun yang diposting orang di Instagram adalah puncak gunung es. Ini perlombaan ke bawah siapa yang bisa menjadi yang paling sempurna, Bagi saya, itu bukan Instagram yang kami mulai. Kevin Systrom, Co-Founder Instagram
Menurut Systrom, hal ini tidak sesuai dengan visi awal dari Instagram. Ia bahkan mengapresiasi BeReal, media sosial asal Prancis, yang memungkinkan pengguna untuk menjadi diri mereka sendiri.
Kevin Systrom mendirikan Instagram pada tahun 2010 bersama Mike Krieger dan menjual aplikasinya ke Facebook pada tahun 2012 seharga 1 miliar dolar AS. Namun, ia dan Krieger kemudian mengundurkan diri pada tahun 2018 karena perbedaan pendapat dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg.
Dapatkan berita terbaru dari sedikitau di Google News.
